Oleh Glend MaatitaDiperbarui
Cloud computing adalah pengantaran layanan komputasi, mulai dari server dan storage hingga database dan software, lewat internet dengan model bayar sesuai pemakaian. Panduan ini menjelaskan apa itu cloud computing, sejarahnya, lima karakteristik utamanya, dan bagaimana ia membantu perusahaan men-deploy aplikasi lebih cepat dan lebih andal.

Di era digital saat ini, cloud computing menggerakkan hampir semua yang kita pakai, dari media sosial hingga perbankan online, namun banyak orang masih kesulitan menjelaskan apa sebenarnya itu. Sederhananya, cloud computing membuat Anda menyewa sumber daya komputasi lewat internet alih-alih membeli dan menjalankannya sendiri.
Berikut kami jelaskan cloud computing: apa itu, dari mana asalnya, karakteristik yang mendefinisikannya, dan bagaimana ia membantu perusahaan membangun serta merilis aplikasi lebih cepat dan lebih andal.
Cloud computing adalah pengantaran layanan komputasi, termasuk server, storage, database, jaringan, software, analitik, dan kecerdasan, lewat internet, yang sering disebut "the cloud." Anda mengakses dan memakai sumber daya ini dengan model bayar sesuai pemakaian, tanpa perlu membeli, menjalankan, atau memelihara infrastruktur di baliknya.
Cara mudah membayangkannya adalah seperti prasmanan: Anda memilih layanan yang dibutuhkan setiap saat, bukan membeli dan memelihara seluruh hidangan. Saat butuh lebih, Anda ambil lebih; saat butuh lebih sedikit, Anda berhenti membayarnya.
Gagasan di balik cloud computing bermula pada 1960-an, saat ilmuwan komputer J.C.R. Licklider membayangkan jaringan global yang menghubungkan orang ke data dan aplikasi dari mana saja. Bentuk modernnya baru muncul di awal 2000-an, saat Amazon Web Services diluncurkan pada 2006 dan menjadi platform cloud pertama yang mudah diakses secara luas. Sejak itu, pemain besar seperti Microsoft Azure, Google Cloud, dan IBM Cloud ikut masuk, mendorong inovasi dan persaingan yang terus berlanjut.
Sebuah sistem umumnya dianggap benar-benar cloud computing bila menunjukkan lima karakteristik penting.
Pengguna bisa menyediakan dan mengonfigurasi sumber daya saat dibutuhkan, tanpa menunggu campur tangan manusia dari penyedia. Sebuah startup, misalnya, bisa menaikkan kapasitas server untuk peluncuran produk dalam hitungan menit alih-alih membeli hardware baru.
Layanan cloud tersedia lewat internet dan bisa dijangkau dari perangkat apa pun yang terhubung. Tim desain yang bekerja jarak jauh, misalnya, bisa berkolaborasi pada tools berbasis cloud yang sama di mana pun mereka berada.
Penyedia melayani banyak pelanggan dari kumpulan sumber daya bersama, mirip carpooling untuk komputasi. Ini memungkinkan alokasi yang efisien dan penghematan biaya nyata, yang membuat layanan seperti Netflix bisa streaming ke jutaan pengguna sekaligus.
Sumber daya bisa dinaikkan atau diturunkan dengan cepat sesuai permintaan, yang sangat berharga bagi bisnis dengan pemakaian yang berfluktuasi, seperti toko e-commerce saat musim belanja liburan.
Anda hanya membayar sumber daya yang benar-benar dipakai, mirip tagihan utilitas. Itu membuat bisnis bisa mengoptimalkan pengeluaran dan menghindari membayar kapasitas yang tidak terpakai.
Layanan cloud biasanya dikelompokkan ke tiga model. Infrastructure as a Service (IaaS) menyediakan sumber daya komputasi tervirtualisasi lewat internet, membuat perusahaan menyewa komponen seperti virtual machine, storage, dan jaringan alih-alih membeli dan memelihara hardware fisik. Dropbox, misalnya, memakai IaaS untuk menyimpan dan mengelola data pengguna dalam jumlah besar serta menskalakannya sesuai kebutuhan.
Platform as a Service (PaaS) melangkah lebih jauh, menawarkan platform siap pakai bagi developer untuk membangun, menguji, dan men-deploy aplikasi tanpa mengelola infrastruktur di baliknya, yang mempercepat pengembangan dan memperpendek time to market. Heroku adalah contoh yang terkenal. Software as a Service (SaaS) berada di puncak, mengantarkan aplikasi jadi lewat internet, seperti email atau CRM, sehingga pengguna cukup login dan memakainya.
Selain menyewa infrastruktur, cloud membawa fitur keandalan yang sulit ditandingi on-premises. High availability memakai komponen redundan, load balancing, dan failover otomatis lintas beberapa availability zone untuk meminimalkan downtime, sehingga aplikasi tetap berjalan bahkan saat hardware tertentu gagal. High scalability membuat Anda bisa menaikkan atau menurunkan sumber daya sesuai permintaan, yang penting untuk menangani lonjakan trafik seperti diskon liburan tanpa menurunkan performa.
Multi-region deployment melangkah lebih jauh dengan menjalankan aplikasi di beberapa region geografis, yang meningkatkan keandalan dan menurunkan latensi bagi pengguna. Jika satu region bermasalah, aplikasi tetap melayani dari region lain dengan gangguan minimal, yang membuat layanan global seperti Spotify tetap tersedia di seluruh dunia bahkan saat ada gangguan regional.
Di 8grams, kami membantu bisnis merancang, migrasi ke, dan menjalankan infrastruktur cloud yang andal lintas penyedia seperti AWS dan Google Cloud, serta on-premises bila lebih cocok. Kami membangun environment yang memanfaatkan penuh elastisitas, availability, dan model bayar sesuai pemakaian cloud, sehingga aplikasi Anda rilis lebih cepat dan tetap menyala.
Poin penting
Referensi & bacaan lanjutan
Cloud computing adalah pengantaran layanan komputasi, seperti server, storage, database, jaringan, dan software, lewat internet dengan model bayar sesuai pemakaian. Anda memakai sumber daya ini tanpa membeli atau memelihara infrastruktur di baliknya.
Gagasannya bermula pada 1960-an lewat visi J.C.R. Licklider tentang jaringan global, tetapi cloud computing modern terbentuk saat Amazon Web Services diluncurkan pada 2006 sebagai platform pertama yang mudah diakses luas. Microsoft Azure, Google Cloud, dan IBM Cloud menyusul.
On-demand self-service, broad network access, resource pooling, rapid elasticity, dan measured service. Sistem yang menunjukkan kelimanya umumnya dianggap benar-benar cloud computing.
IaaS menyewakan infrastruktur mentah seperti virtual machine dan storage; PaaS menyediakan platform untuk membangun dan men-deploy aplikasi tanpa mengelola infrastruktur; dan SaaS mengantarkan aplikasi jadi yang cukup Anda login dan pakai, seperti email atau CRM.
Cloud membuat Anda bisa menyediakan sumber daya sesuai permintaan, membayar hanya yang dipakai, menskalakan cepat mengikuti trafik, dan mencapai high availability lintas beberapa region. Bersama-sama, ini membuat perusahaan men-deploy aplikasi lebih cepat dan andal daripada on-premises tradisional.
On-premises berarti Anda memiliki dan menjalankan hardware di data center sendiri. Cloud berarti Anda menyewa sumber daya komputasi dari penyedia lewat internet, menukar investasi hardware di muka dengan kapasitas elastis bayar sesuai pemakaian yang bisa diskalakan sesuai permintaan.
High availability adalah pemakaian komponen dan sistem redundan, seperti load balancing dan failover otomatis lintas availability zone, untuk meminimalkan downtime. Ini menjaga aplikasi tetap berjalan bahkan saat server atau komponen tertentu gagal.
Bayar sesuai pemakaian, atau measured service, berarti Anda ditagih hanya untuk sumber daya yang benar-benar dipakai, mirip tagihan utilitas. Ini menghindari membayar kapasitas menganggur dan memudahkan mengoptimalkan pengeluaran.
Ya. Rapid elasticity membuat Anda bisa menaikkan atau menurunkan sumber daya dengan cepat sesuai permintaan, yang ideal untuk menangani lonjakan trafik seperti diskon liburan tanpa menyiapkan hardware berlebih di muka.
Multi-region deployment menjalankan aplikasi di beberapa region geografis untuk meningkatkan keandalan dan menurunkan latensi. Jika satu region mengalami gangguan, aplikasi tetap melayani dari region lain dengan gangguan minimal.
Ceritakan proyek Anda, kami balas dalam satu hari kerja.
Hubungi 8grams